Bismillah..
Cara hidup sehat bisa diawali dengan cara hidup sunnah Rasulullah dengan cara bersiwak. Bersiwak? Apa sih bersiwak itu? Bersiwak adalah kegiatan atau aktivitas untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi dan menghilangkan bau tidak sedap dengan ranting kayu siwak. Kenapa dinamakan bersiwak? Karena orang-orang Arab membersihkan mulut biasanya menggunakan kayu siwak. Menurut wikipedia, kayu siwak adalah dahan atau akar pohon yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Nah ini dia kayu siwak.
Cara hidup sehat bisa diawali dengan cara hidup sunnah Rasulullah dengan cara bersiwak. Bersiwak? Apa sih bersiwak itu? Bersiwak adalah kegiatan atau aktivitas untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi dan gusi dan menghilangkan bau tidak sedap dengan ranting kayu siwak. Kenapa dinamakan bersiwak? Karena orang-orang Arab membersihkan mulut biasanya menggunakan kayu siwak. Menurut wikipedia, kayu siwak adalah dahan atau akar pohon yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi, dan mulut. Nah ini dia kayu siwak.
Apa kelebihan kayu siwak dibanding sikat gigi? Diantara kelebihannya yaitu :
1. Lebih praktis.
2. Mudah dibawa.
3. Tahan lama.
4. Tidak meninggalkan bau setelah digunakan.
5. Gigi menjadi lebih putih dan bersih.
1. Lebih praktis.
2. Mudah dibawa.
3. Tahan lama.
4. Tidak meninggalkan bau setelah digunakan.
5. Gigi menjadi lebih putih dan bersih.
Apa sih hukum siwak? Bersiwak hukumnya sunnah di semua waktu.
Jadi orang yang sedang berpuasa tidak mengapa bersiwak pada waktu ia puasa karena Nabi menganjurkan tidak ada batasan waktu secara mutlak. Rasulullah bersabda,
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
Assiwaaku mathharotun lilfami mardhootun lirrobbi
"Siwak itu alat pembersih mulut dan mendatangkan ridha tuhan"(HR. Al Bukhari).
Apa yang tertuang didalam hadits ini, bahwa siwak itu alat pembersih mulut di dunia dan mendatangkan ridha Allah di akhirat adalah faedah (manfaat) bersiwak yang paling penting. Dan hadits ini juga merupakan dalil keutamaan bersiwak.
Jadi orang yang sedang berpuasa tidak mengapa bersiwak pada waktu ia puasa karena Nabi menganjurkan tidak ada batasan waktu secara mutlak. Rasulullah bersabda,
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
Assiwaaku mathharotun lilfami mardhootun lirrobbi
"Siwak itu alat pembersih mulut dan mendatangkan ridha tuhan"(HR. Al Bukhari).
Apa yang tertuang didalam hadits ini, bahwa siwak itu alat pembersih mulut di dunia dan mendatangkan ridha Allah di akhirat adalah faedah (manfaat) bersiwak yang paling penting. Dan hadits ini juga merupakan dalil keutamaan bersiwak.
Tak hanya dari hadits, menurut hasil penelitian ilmu kedokteran modern, siwak memiliki sekian banyak manfaat, karena di dalam siwak terkandung zat-zat yang bisa membersihkan gigi dan mulut. Rasulullah bersabda,
لولا ان اشق على امتي لامرتهم بالسواك عند كل صلاة
Laulaa an asyukko 'alaa ummatii la a martuhum bissiwaaki 'inda kulli sholaah.
"Seandainya aku tidak (khawatir) akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali sholat."(HR. Muttafaq ilaih).
Para ulama menyebutkan beberapa manfaat bersiwak, diantaranya yaitu:
1. Mendapatkan pahala besar.
2. Menguatkan gigi.
3. Mengencangkan gusi.
4. Menjernihkan suara.
5. Membuat seorang hamba bersemangat dalam menjalani kehidupan.
لولا ان اشق على امتي لامرتهم بالسواك عند كل صلاة
Laulaa an asyukko 'alaa ummatii la a martuhum bissiwaaki 'inda kulli sholaah.
"Seandainya aku tidak (khawatir) akan memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali sholat."(HR. Muttafaq ilaih).
Para ulama menyebutkan beberapa manfaat bersiwak, diantaranya yaitu:
1. Mendapatkan pahala besar.
2. Menguatkan gigi.
3. Mengencangkan gusi.
4. Menjernihkan suara.
5. Membuat seorang hamba bersemangat dalam menjalani kehidupan.
Diantara beberapa referensi, disebutkan beberapa manfaat bersiwak yang lainnya:
1. Dapat menyembuhkan penyakit.
2. Dapat menghilangkan lendir.
3. Dapat menambah daya ingat.
4. Dapat mempertajam penglihatan.
5. Dapat membuat gigi terlihat berkilau.
6. Dapat mencegah kerusakan gigi.
7. Dapat membantu proses pencernaan.
8. Dapat menghilangkan rasa sakit gigi.
10. Mendapatkan aura (cahaya) pada wajah.
11. Bersiwak juga dapat menimbulkan bau mulut menjadi (lebih) wangi.
1. Dapat menyembuhkan penyakit.
2. Dapat menghilangkan lendir.
3. Dapat menambah daya ingat.
4. Dapat mempertajam penglihatan.
5. Dapat membuat gigi terlihat berkilau.
6. Dapat mencegah kerusakan gigi.
7. Dapat membantu proses pencernaan.
8. Dapat menghilangkan rasa sakit gigi.
10. Mendapatkan aura (cahaya) pada wajah.
11. Bersiwak juga dapat menimbulkan bau mulut menjadi (lebih) wangi.
Bagaimana memilih kayu siwak yang bagus?
Pilihlah kayu siwak yang rantingnya basah yang tidak hancur dan tidak melukai mulut seperti ranting siwak pohon Arak yang digunakan oleh Rasulullah pada waktu itu.
Pilihlah kayu siwak yang rantingnya basah yang tidak hancur dan tidak melukai mulut seperti ranting siwak pohon Arak yang digunakan oleh Rasulullah pada waktu itu.
Jika tidak ada kayu siwak bagaimana? Jika tidak memiliki ranting siwak, jari tangannya bisa digunakan untuk bersiwak.
Kapan sih siwak ditekankan? Rasulullah bersiwak pada beberapa waktu (keadaan), diantaranya yaitu :
1. Ketika berwudhu.
2. Ketika bangun tidur.
Diriwayatkan oleh Muttafaq ilahi, bahwa "Rasulullah apabila bangun tidur di malam hari, maka beliau menggosok mulutnya dengan siwak".
3. Ketika hendak membaca al-Qur'an.
4. Ketika hendak sholat.
5. Ketika masuk masjid.
6. Ketika gigi menguning.
7. Ketika masuk rumah.
Berdasarkan hadits al-Miqdam bin Syuraih dari bapaknya, dia berkata
سالت عائشة رضي الله عنهما, قلت :باي شيء كان يبدا النبي صلى الله عليه وسلم اذا دخل بيته؟ قالت: بالسواك.
Sa altu 'aaisyata rodhiyallohu 'anhumaa, 'koolat biayyi syai in kaana yabda unnabiyyu sholloohu 'alaihi wa sallam idzaa dakhola baytahu? 'Koolat bissiwaaki.
"Aku pernah bertanya kepada Aisyah rodhiyallohu 'anhumaa, aku berkata, 'Jika Nabi sholloohu 'alaihi wa sallam masuk ke rumahnya, dengan apa beliau memulai?' Dia menjawab, 'Dengan siwak' " (HR. Muslim, no.253).
1. Ketika berwudhu.
2. Ketika bangun tidur.
Diriwayatkan oleh Muttafaq ilahi, bahwa "Rasulullah apabila bangun tidur di malam hari, maka beliau menggosok mulutnya dengan siwak".
3. Ketika hendak membaca al-Qur'an.
4. Ketika hendak sholat.
5. Ketika masuk masjid.
6. Ketika gigi menguning.
7. Ketika masuk rumah.
Berdasarkan hadits al-Miqdam bin Syuraih dari bapaknya, dia berkata
سالت عائشة رضي الله عنهما, قلت :باي شيء كان يبدا النبي صلى الله عليه وسلم اذا دخل بيته؟ قالت: بالسواك.
Sa altu 'aaisyata rodhiyallohu 'anhumaa, 'koolat biayyi syai in kaana yabda unnabiyyu sholloohu 'alaihi wa sallam idzaa dakhola baytahu? 'Koolat bissiwaaki.
"Aku pernah bertanya kepada Aisyah rodhiyallohu 'anhumaa, aku berkata, 'Jika Nabi sholloohu 'alaihi wa sallam masuk ke rumahnya, dengan apa beliau memulai?' Dia menjawab, 'Dengan siwak' " (HR. Muslim, no.253).
Bolehkah bersiwak dengan tangan kiri? Bersiwak boleh menggunakan tangan kanan maupun tangan kiri.
Demikianlah pelajaran kita hari ini. Dengan penjelasan tadi, harap ganti sebatang rokok anda yang berbahaya untuk mulut dengan sebatang siwak yang bermanfaat untuk mulut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.
Demikianlah pelajaran kita hari ini. Dengan penjelasan tadi, harap ganti sebatang rokok anda yang berbahaya untuk mulut dengan sebatang siwak yang bermanfaat untuk mulut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.
Tinggalkan Rokok! Terapi Cara Hidup Sehat dengan Siwak
4/
5
Oleh
Imelia Putri

